Rabu, 01 Juni 2011

MERENUNG

Nilai nilai dasar yang universal namun kini kian terabaikan,  dan hari ini sebagai hari lahirnya pancasila tetapi saya merasa dan sadar bahwa begitu banyak ketiakadilan, semakain hilangnya rasa sosial kebersamaan dan masih banyak lagi
·     Ketuhanan  wajar saja banyak tumbuh aliran2 sesat bahkan ada pulag yang mengatasnamakan tuhan atau agama tertentu
·        Kemanusiaan yang beradap, bukan saja aksi-aksi kekerasan yang membuat kita mengusap dada tatkala kita melihat penggusuran suatu wilayah, atau pelemparan, pengrusakan pasilitas publik tetapi juga terhadap rasa keadilan didalam hati nurani kita tatkala seorang nenek mencuri dua buah kakao di perkebunan yang tentu saja sangat luas namun harus dihukum dengan kurungan penjara, atau seorang abdi Negara yang merampok uang rakyat namun justru bisa dengan seenaknya pergi ke bali bahkan liburan keluar negri
·      Persatuan  lihatlah hamper setiap hari ada pertikaian antar suku, kelompok, pro – dan yang kontra, antara pendukung dan yang bukan pendukung dst;
·        Permusyawaratan perwakilan dimana musyawarah tidak lagi di utamakan tetapi Vot dan suara terbanyak hamper selalu menjadi akhir proses pengambil keputusan, padahal kita tau bahwa suara terbanyak tidaklah selalu benar; lihatlah diberbagai penjuru nusantara hampir setiap hari pengerahan massa, entah itu demo atau pendudukan suatu tempat tertentu, kelihatannya  seperti unjuk sebuah kekuatan, dan tidak jarang pula akhirnya menjadi memaksakan kehendak.
·     Keadilan sosial; untuk siapa ? ini menjadi tugas berat buat kita bersama sebab keadilan bukanlah untuk penguasa, para pemimpin, juga bukan untuk simampu yang bisa membeli apa saja!

Hanya coba mengingatkan bahwa hal-hal diatas itu adalah penting, bukan saja sebagai dasar ibarat lantai sebuah bangunan, tetapi juga menjadi dinding atap serta kerangka bangunan yang ibaratnya saya umpamakan.